Ikan sering dipilih sebagai peliharaan yang dianggap bisa memberikan ketenangan tersendiri bagi pemiliknya. Tak hanya itu, pesona ikan hias yang berenang di kolam atau aquarium pun dapat membuat rumah terlihat lebih indah. Hanya saja, perawatan hewan peliharaan ini cukup telaten, atau risikonya ikan hias sering mati.
Benar sekali, perawatan ikan hias bukan sekadar memberikan pakan secara rutin, tetapi juga menyangkut perawatan kolam atau aquarium. Hal ini karena kesehatan ikan hias sangat dipengaruhi oleh habitat hidupnya. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk memelihara ikan hias, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan masa hidupnya.
Jika Anda juga sedang tertarik untuk memelihara ikan hias di rumah, pembahasan di bawah ini akan sangat membantu. Simak sampai akhir, ya!
Ini Dia Penyebab Ikan Hias Sering Mati

Berbincang tentang ikan hias yang rawan mati, sebenarnya ada begitu banyak faktor kemungkinan penyebabnya. Salah satu yang paling umum dan sering terjadi yakni karena masalah pada kolam habitat hidupnya.
Masalah pada kolam pun dapat bervariasi, seperti berikut ini:
1. Kualitas Air yang Buruk
Air merupakan faktor terpenting dalam hidup ikan. Seperti yang kita tahu, ikan sangat bergantung pada air untuk bisa bertahan hidup. Sehingga, ketika air kolam ikan jernih, kualitas hidupnya dapat meningkat. Begitu juga sebaliknya, ketika habitat hidupnya keruh, kotor atau bahkan mengandung zat berbahaya, maka akan sangat berisiko bagi ikan.
Meski tidak selalu menyebabkan kematian mendadak pada ikan, kualitas air yang buruk dapat menurunkan daya tahan ikan serta menyebabkan ikan mudah stress. Ketika masalah ini tidak segera ditangani, maka akhirnya ikan akan mudah mati.
Biasanya, kualitas air yang buruk bisa disebabkan karena penumpukan sisa pakan, kotoran ikan yang tidak dibersihkan dan saturasi air yang buruk atau air yang tidak pernah diganti.
2. Kadar Oksigen Rendah
Seperti yang kita tahu, makhluk hidup sangat bergantung pada oksigen untuk bisa bertahan hidup, begitu juga dengan ikan. Hewan yang hidup di air ini membutuhkan oksigen dalam jumlah cukup untuk dapat tumbuh secara optimal.
Nah, ketika kadar oksigen dalam kolam rendah, tanda yang sering muncul adalah ikan sering muncul ke permukaan air. Kondisi ikan yang terlihat lemah juga bisa menjadi indikasi oksigen pada kolam rendah.
Masalah ini dapat muncul karena beberapa faktor, seperti kolam yang terlalu padat, sirkulasi air buruk dan tidak adanya aerator.
3. Filtrasi Tidak Optimal

Sistem filtrasi yang tidak optimal juga bisa menjadi penyebab ikan hias sering mati. Ya, di samping kualitas air yang buruk akibat penumpukan kotoran dan sisa pakan, kondisi air di dalam kolam juga sangat dipengaruhi oleh sistem filtrasi.
Ketika filter kolam berfungsi dengan baik, kotoran dapat disaring secara optimal sehingga kualitas air tetap stabil. Sementara ketika sistem filtrasi kolam tidak optimal, risiko seperti peningkatan racun amonia dapat meningkat. Alhasil, kemungkinan ikan mati pun menjadi lebih tinggi.
4. Perubahan Suhu Air Secara Ekstrem
Ketika Anda membeli ikan hias baru, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan. Salah satunya yaitu suhu air di dalam kolam. Pasalnya, ikan hias cenderung cukup sensitif dengan perubahan suhu yang esktrem, walaupun ini juga sangat dipengaruhi oleh jenis ikan hias kolam yang Anda pilih.
Terlebih ketika Anda berencana memelihara ikan hias di kolam outdoor, maka suhu air harus diperhatikan dengan baik. Pastikan ikan sudah beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu air di kolam Anda, yakni dengan cara mencampurkan sedikit air kolam dengan air pada habitat asalnya. Setelah beberapa saat, baru Anda bisa memasukkan ikan tersebut ke dalam kolam.
Selain itu, perubahan suhu kolam ketika siang terik juga perlu diperhatikan. Jika memungkinkan, Anda bisa menanam pohon kecil sebagai peneduh kolam agar air tidak terlalu panas.
5. Overfeeding dan Kepadatan Ikan Tinggi
Kesalahan lain yang dapat membuat ikan hias sering mati adalah overfeeding atau pemberian pakan secara berlebih. Berbeda dengan ikan budidaya yang seperti dituntut cepat besar, ikan hias biasanya dipelihara hanya untuk kebutuhan estetika atau hobi.
Maka, tidak ada alasan untuk memberikan pakan secara berlebihan. Meski, hal ini juga berlaku untuk ikan budidaya. Pemberian pakan berlebih justru dapat membuat air cepat kotor hingga meningkatnya kadar amonia dan bakteri yang berbahaya bagi ikan.
Risiko ikan mati juga akan semakin meningkat ketika kepadatan kolam terlalu tinggi. Jadi, pastikan untuk menyesuaikan jumlah ikan dengan luas kolam, ya!
Itu dia beberapa penyebab umum yang dapat meningkatkan risiko ikan hias sering mati. Selain mengamati beberapa faktor penyebab di atas, Anda juga bisa melihat beberapa tanda berikut sebagai indikasi kolam bermasalah:
- Muncul bau tidak sedap dari kolam
- Air berubah warna menjadi keruh atau hijau pekat
- Ikan kehilangan nafsu makan
- Ikan sering muncul di permukaan atau diam di dasar kolam
- Munculnya luka dan jamur pada tubuh ikan
Jika tanda-tanda tersebut ditemukan, segera lakukan pembenahan, baik pada kolam, sistem filtrasi maupun kebiasaan Anda dalam merawat ikan hias.
Ingin Buat Kolam Taman yang Indah dan Sehat? Jogja Gardening Siap Membantu!

Membayangkan memiliki taman dengan kolam ikan hias yang syahdu dan cantik tentu akan terasa sangat menyenangkan. Anda bisa menikmati indahnya ikan hias di tengah taman yang menenangkan sembari menyeruput segelas kopi panas.
Namun, untuk membuat taman dengan kolam yang tidak hanya estetik, tetapi juga minim perawatan dibutuhkan perencanaan yang matang. Beruntungnya, Jogja Gardening hadir untuk membantu Anda membuat kolam ikan dengan lebih proper.
Jasa taman Jogja ini bukan hanya siap membantu Anda mendesain taman yang indah, tetapi juga proporsional sesuai dengan ukuran dan kondisi lahan. Untuk detailnya, Anda bisa segera hubungi Jogja Gardening!